Untuk memilih permainan di halaman, periksa dua hal terlebih dahulu: berapa orang yang akan bermain dan apakah tersedia tanah untuk membuat petak atau tempat untuk meletakkan papan. Engklek dan congklak menawarkan format yang berbeda, sehingga kebutuhan ruang dan pengaturan gilirannya pun tidak sama. [2][3]
Engklek: untuk petak tanah dan ruang bergerak
Engklek biasanya dimainkan oleh dua sampai lima peserta. Petak digambar di tanah, lalu pemain melompat dengan satu kaki sambil menghindari petak yang ditempati gacuk. Karena itu, permainan ini lebih sesuai jika halaman menyediakan bidang untuk menggambar petak dan ruang untuk melompat. [2]
Agar urutan bermain jelas, sepakati siapa yang mulai dan siapa yang menyusul. Ini pengaturan praktis untuk kelompok, bukan tambahan pada aturan petaknya. Dalam permainan, peserta yang lebih dulu menyelesaikan satu putaran dapat memilih petak sebagai sawah. Pemilik boleh menginjak petak itu dengan kedua kaki, sedangkan pemain lain tidak boleh menginjaknya; pemenangnya adalah peserta dengan petak terbanyak. [2]
Congklak: untuk dua pemain dan tempat bagi papan
Congklak dimainkan oleh dua orang yang berhadapan, menggunakan papan dan biji. Dari format itu, kebutuhan ruangnya dapat diperkirakan: sediakan tempat untuk papan dan kedua pemain, bukan bidang tanah untuk petak lompatan. [3]
Pada papan 16 lubang yang umum dimainkan di Indonesia, terdapat 14 lubang kecil dan dua lubang besar. Setiap lubang kecil diisi tujuh biji pada awal permainan. Pemain mengambil biji dari salah satu lubang kecil di sisinya, lalu membagikannya satu per satu ke lubang berikutnya searah jarum jam, kecuali ke lubang besar lawan. [3]
Giliran tidak selalu langsung berpindah setelah biji dibagikan. Jika biji terakhir jatuh di lubang besar miliknya, pemain dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil lain di sisinya. Karena itu, jelaskan aturan giliran sebelum bermain agar semua peserta memahami kapan permainan berlanjut dan kapan berhenti. [3]
Menyesuaikan pilihan dengan jumlah pemain
- Jika ada dua sampai lima peserta dan tersedia tanah untuk petak, engklek bisa menjadi pilihan. [2]
- Jika hanya dua orang yang bermain dan ada tempat untuk papan, congklak menawarkan permainan bergiliran dengan biji. [3]
- Jika jumlah pemain tidak sesuai dengan format tersebut, pertimbangkan permainan tradisional lain. Ragam permainan Indonesia tersebar di berbagai daerah, dan satu permainan bisa dikenal dengan nama berbeda di tempat berbeda. [1][2]
Dengan begitu, pilihan tidak hanya bergantung pada luas halaman. Engklek lebih menekankan petak dan gerak, sementara congklak berpusat pada papan, biji, dan giliran dua pemain.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Daftar permainan Indonesia. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29808891&title=Daftar_permainan_Indonesia (diakses 2026-10-03).
- [2] Wikipedia bahasa Indonesia β Engklek. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29098927&title=Engklek (diakses 2026-10-03).
- [3] Wikipedia bahasa Indonesia β Congklak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29227127&title=Congklak (diakses 2026-10-03).